Kamis, 15 September 2011

STUDI KITAB SUCI: PERJANJIAN LAMA 3: KITAB KEJADIAN




I. KITAB KEJADIAN
A. Struktur :
Kejadian 1 – 11                   : Awal segalanya
Kejadian 12 – 50                : Nenek Moyang Israel :
Kejadian 12 – 25                : Abraham
Kejadian 25 – 36                : Ishak, Yakub dan Anak-anak Yakub
Kejadian 37 – 50                : Yusuf


B. Kej 1 – 11 : Asal Mula

1.     Kejadian 1:1-24 : Kisah Penciptaan Pertama
      Berasal dari tradisi keimaman (P) dan mungkin digunakan dalam ibadat di kenisah
      Menggambarkan pemahaman Yahudi saat itu bahwa dunia adalah bangunan datar yang ditopang oleh pilar-pilar di atas lautan dan langit sebagai mangkuk terbalik berjendela sebagai jalan masuk air hujan dan salju..
      Dunia dijadikan selama tujuh hari. Pengulangan frasa “berfirmanlah Allah..”; “Dan jadilah demikian..”; “Allah melihat semuanya itu baik”; “Jadilah petang dan pagi..” adalah sarana pengingat.
      Dunia dijadikan selama tujuh hari, dan sebagai sarana pengingat di buat struktur puitis yang saling berkaitan : 1-4; 2-5; 3-6
Hari I : Terang – Hari IV : Matahari, bulan, bintang 
Hari II : Cakrawala yang memisahkan air di bawah dan di atas cakrawala – Hari V : Burung-burung dan ikan ;
Hari III : Daratan mengering dan menumbuhkan tanaman – Hari VI : binatang yang dihidup di atas tanah dan makan tanaman).

Hari VII : Allah beristirahat sebagai ajakan untuk menyucikan hari Tuhan.

      Perhatian khusus: Penciptaan Manusia yang diciptakan seturut gambar dan rupa Allah
       “baiklah KITA” perdebatan : kata jamak menunjuk pada sebutan kehormatan dan pernyataan keseriusan Allah yang sedang merencakan sesuatu yang istimewa – barangkali mengacu pada fakta bahwa manusia akan menguasai bumi sebagai wakil Allah.
      Kisah penciptaan ini bermaksud pula menyangkal mitos kafir yang beredar di sekitar mereka : terjadinya dunia adalah hasil pertempuran dewa baik dan jahat. Bagi mereka : dunia diciptakan Allah. Bahwa Allah sungguh ada dan mengasihi manusia.
      Kisah ini tidak mengajarkan pengetahuan ilmiah melainkan kebenaran religius tentang Allah dan ciptaanNya.
      Kisah penciptaan tidak bertentangan dengan teori-teori ilmu pengetahuan sejauh tidak menolak keberadaan Allah dan fakta bahwa segala sesuatu berasal dari Allah. Kejadian menitik beratkan pada kebenaran religius : Siapa dan Mengapa asal mula dunia ; sedangkan IP lebih kepada : Bagaimana dunia diciptakan. Kejadian mengajarkan bahwa dengan cara bagaimana pun, alam semesta menjadi ada, ia berasal dari cinta dan kebijaksanaan Allah

 2. Kej 2:4-3:24 : Kisah Penciptaan yang berbeda
      Kisah penciptaan kedua, berasal dari tradisi Yahwist
      Terdapat ketidaksesuaian dengan kisah penciptaan pertama: mis. Manusia: dibagian pertama diciptakan setelah penciptaan binatang ; di bagian kedua sebelum binatang.
      Perbedaan itu pasti diketahui para penyunting, namun tidak menjadi masalah bagi mereka karena bagi mereka kisah ini ditulis bukan untuk memberikan penjelasan ilmiah proses penciptaan melainkan kebenaran religius. Keduanya adalah warisan kekayaan di dalam komunitas yang sama-sama dipelihara.
      Kisah penciptaan kedua ini membahas keheranan manusia akan adanya penderitaan, sakit, kematian dan asal mula dosa.
      Manusia pertama diberi kebebasan dan kesucian serta dipanggil pada komitmen iman dalam perkawinan. Namun mereka jatuh dalam bujukan setan dalam wujud ular (simbol yang biasa ada dalam masyarakat kafir). Melalui pilihan itu, dosa datang ke dalam dunia dan menjadi tembok penghalang antara Allah – Manusia.
      Lanjutan Kej 4-11 merupakan kelanjutan kisah ini bahwa dosa cenderung meningkat mencengkeram hidup manusia.


C. KEJADIAN 12-25 : ABRAHAM
      Sebelas bab pertama menunjukkan bahwa manusia semakin menjauh dari Allah – di penghujung bab 11 seorang pria diperkenalkan. Dia yang akan menjadi nenek moyang umat yang akan kembali kepada Allah.
      Abram, Putra Terah, th 1900 SM, bersama keluarganya melakukan migrasi dari Ur (Irak) ke Haran (perbatasan Turki-Suriah). Allah memanggilnya dan berjanji kepadanya untuk menempati daerah baru (Kanaan), menjadikannya bangsa yang besar dan ia akan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa. Allah membaharui sumpahNya dengan Abraham dengan melakukan sumpah, mengganti nama Abram menjadi Abraham – Sarai menjadi Sarah dan memberkatinya dengan seorang anak laki-laki : Ishak.
      Kejadian 12-25 menghadirkan kisah penuh warna dalam kehidupan Abraham. Para ilmuwan memperdebatkan kebenaran sejarah kisah tersebut, namun tak diragukan lagi bahwa Kitab Kejadian mengetengahkan Abraham sebagai model iman, sebagai nenek moyang Israel, sebagai seorang yang kepadanya Allah menjanjikan tanah yang hingga sekarang diclaim oleh bangsa Israel.
      Baca :
Kej 12:1-9 :
Kej 15:1-17:27 :
Kej 21:1-8 :
Ke 22 : 1-9 :
      Perikop-perikop ini penting. Di dalamnya iman Abraham kepada Allah mendapat tekanan secara konstan. Juga upacara sumpah, dengan memotong hewan yang dipraktekkan di Timur Tengah pada masa itu. Pelaku sumpah berjalan diantara potongan-potongan hewan untuk menunjukkan bahwa mereka akan menemui nasib seperti hewan-hewan tersebut jika mereka melanggar sumpah
      Sebelum Abraham meninggal, puteranya Ishak menikahi Rebecca. Melalui Ishak, janji Allah kepada Abraham akan dipenuhi.

D. KEJADIAN 25-36 : Ishak, Yakub dan Anak-anak Yakub
      Ishak dan Rebeka mempunyai anak kembar : Esau dan Yakub (Kej 25:19-34). Keduanya saling bersaing dengan dukungan masing-masing orang tua. Akhirnya Yakub menipu Esau dan mendapatkan berkat hak kesulungan dari Ishak (Kej 27)
      Kej 25-36 ini banyak memceritakan kisah tentang kedua anak Ishak itu. Beberapa kisah berdasarkan cerita rakyat setempat, juga olahan dari kisah-kisah legenda/mitos kuno.
      Setelah menipu Esau, Yakub lari ke Haran dan di sana ia mengawini kedua anak pamannya (Laban): Rahel dan Lea, yang masing-masing juga menyerahkan seorang pembantu perempuannya : Zilpa dan Bilha.
      Istri-istri dan pembantu-pembantu perempuan itu menjadi ibu bagi 12 anak Yakub – nenek moyang 12 suku Israel. Nama Yakub diubah oleh Allah menjadi Israel – ada dua versi cerita :

- Kej 32:28 Lalu kata orang itu: "Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang.“
- Kej 35:10 Firman Allah kepadanya: "Namamu Yakub; dari sekarang namamu bukan lagi Yakub, melainkan Israel, itulah yang akan menjadi namamu." Maka Allah menamai dia Israel.

Baca perikop-perikop berikut yang merupakan peristiwa-peristiwa utama dalam hidup Yakub (INDAH!) dan menunjukkan betapa Allah tetap setia pada janji yang telah dinyatakan kepada Kakek Yakub : Abraham:
Kej 25 : 19 – 34      : Esau dan Yakub
Kej 27 : 1 – 45         : Berkat Yakub
Kej 33 : 1 – 20         : Pertemuan Yakub dan Esau
Kej 35 : 9 – 15         : Rangkuman Hidup Yakub

      Salah satu yang bisa kita petik dari kisah Esau dan Yakub adalah bahwa Allah mampu membawa kebaikan dari hal-hal yang jahat. Bahkan kesalahan kita di masa lalu pun bisa menjadi alat yang berguna di tangan Allah


E. KEJADIAN 37-50 : YUSUF
      Kisah Yusuf menjadi penutup Kitab Kejadian. Menggambarkan seseorang yang sangat tergantung pada Allah, dalam situasi hidup yang paling buruk pun – dan Allah mengubah bencana menjadi kemenangan.
      Yusuf dijual oleh saudara-saudaranya, namun ia menjadi pembantu yang sukses. Ia menolak godaan istri tuannya dan difitnah hingga dijebloskan dalam penjara. Kejadian ini justru menghantarnya menjadi seorang penguasa Mesir, tangan kanan Firaun – dan bahkan memboyong seluruh keluarganya ke Mesir. Yakub meninggal dengan bahagia dan dikuburkan ke tanah Kanaan. Ini pertanda bahwa satu saat keluarganya kembali dari Mesir ke Tanah Terjanji.


F. SARAN BACAAN
      Baca Kejadian 45 : 1 – 28 yang memberikan gambaran indah dan penuh emosi antara Yusuf dan saudara-saudaranya.
      Seluruh Kisah Yusuf ini sangat menarik. Berlangsung cepat adegan demi adegan. Jika sudah membacanya – susah untuk berhenti.
      Di penghujung cerita, Yusuf meninggal di Mesir  (1750 SM) dan keluarga Israel di Mesir mengalami tragedi demi tragedi, menjadi budak di Mesir.

AYATKUNCI
“Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu” — Kejadian 17:7

Tidak ada komentar: