Tampilkan postingan dengan label EKARISTI BERHALA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label EKARISTI BERHALA. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 September 2011

BERHALA ITU BERNAMA EKARISTI? : PENDAHULUAN

PENDAHULUAN

Mengenai Judul.

Berhala Itu Bernama Ekaristi! Judul tersebut bukan kami tulis agar umat Katolik yang membacanya menjadi naik darah. Bukan! Judul tersebut adalah judul artikel kedua dalam buku ini. Dan judul itu kami ambil dari paham lama  kaum reformator sejak abad pertengahan yang menganggap para penyembah Sakramen Mahakudus sebagai penyembah berhala (bdk Martasudjita, ekaristi, hal 279). Dan wacana yang sama muncul kembali  dari buku “Bersiaplah Untuk Berperang” karangan Rebecca Brown M.D  yang banyak beredar di Surabaya (seperti dikutip oleh Romo Pidyarto O’Carm dalam “Mempertanggungjawabkan Iman Katolik Buku Ketiga, hal 35). Serangan semacam itu rupanya tak pernah berhenti. Dan ditengah maraknya teknologi komunikasi, hal-hal semacam ini sangat subur berkembang melalui SMS, Email, BBM atau jejaring sosial seperti facebook, twiter, dll (lihat jawaban apologetika  Dody Prayogo atas kesaksian palsu Angelica : http://doddyprayogo.wordpress.com/2011/03/19/apologetika-pembelaan-iman-katolik-terhadap-kesaksian-angelica/). Dan justru buku ini ingin merefleksikan (bukan sekedar membantah) tuduhan tanpa dasar itu. Jadi tulisan-tulisan dalam buku ini bukan justru berisi hujatan terhadap Ekaristi melainkan sebaliknya. So, don’t judge the book from the title.



Mengenai Isi.

Pertama penting kami sampaikan bahwa tujuan penulisan ini adalah katekese umat mengenai Ekaristi, masih dalam kerangka menghidupi arah dasar keuskupan Surabaya di tahun 2011 : Tahun Katekese dan Anak. Melalui  buku ini, kami ingin berbagi mengenai kekayaan ekaristi yang sedemikian kita hargai dan hormati sebagai puncak dan sumber hidup Kristiani (LG 11, SC 10) namun kerap kali tanpa pemahaman dan pengertian yang memadai. Akibatnya,  tuduhan bahwa Ekaristi itu suatu penyembahan berhala, mungkin timbul karena mereka tidak menemukan jawaban yang memadai pula saat kita dihadapkan pada pertanyaan iman tentang misteri Ekaristi. Bahkan, terlebih lagi, mungkin karena kita pun tampak tidak berubah semakin baik dan semakin menyerupai Kristus dengan seringkali  mengikuti Ekaristi. Jadi tulisan ini adalah katekese introspektif yang pertama-tama adalah untuk diri penulis sendiri.

Kedua, Apalah kami ini? Dengan jujur kami mengakui bahwa sebagian besar ide dan ajaran yang tertulis dalam buku ini bukanlah ide murni kami sendiri. Ajaran, ide, refleksi dan juga pandangan-pandangan teologis dan biblis yang tertuang dalam buku ini kami ambilkan dari para penulis Katolik yang lebih kompeten. Kutip sana – kutip sini, comot sana – comot sini bahkan tak jarang secara sangat letterlijk, kata per kata, telah kami lakukan dalam menyusunnya. Kami hanya mengumpulkan yang sekiranya sangat dibutuhkan (menurut pandangan subjektif kami) dan merangkainya dalam satu alur pikiran serta kadang memberikan penjelasan yang dibutuhkan. Ukurannya : sejauh tujuan katekese introspektif tersebut terpenuhi.

Ketiga, metodologi ilmiah penulisan. Dengan latar belakang point pertama dan kedua diatas bisa dibayangkan bagaimana metodologi ilmiah penulisan dalam buku ini. Sama sekali tidak ada catatan kaki dan juga sumber penulisan. Terlebih semula tulisan ini dimaksudkan hanyalah sebuah artikel dalam majalah internal paroki Salib Suci (Mawasss) yang kemudian berkembang bukan lagi sebagai artikel melainkan direncanakan menjadi sisipan (booklet) edisi khusus menyambut Trihari Suci Paskah 2011. Namun karena dirasa cukup tebal bagi sebuah booklet maka akhirnya dibuatlah sebuah buku dengan tetap merupakan sisipan bagi majalah Mawasss tersebut. Meski demikian, sebagai pertanggungjawaban ilmiah, tetap kami berikan daftar kepustakaan dari mana saja sumber-sumber tulisan ini diperoleh.

Keempat, alur bahasan. Tujuan utama penulisan adalah katekese tentang ekaristi yang bersifat introspektif bagi umat Katolik umumnya dan penulis sendiri khususnya . Tidak semua hal tentang ekaristi tertuang di sini. Dalam buku ini, kami hanya membahas tiga hal utama. Ketiganya merupakan artikel terpisah yang sebenarnya saling menyambung. Artikel Pertama : Rekonstruksi Perjamuan Malam terakhir Yesus : Apakah Perjamuan Terakhir  Yesus sesuai dengan Perjamuan paskah Yahudi? ataukah Yesus merubahnya? Benarkah Yesus menetapkan Ekaristi pada Perjamuan Malam Terakhir? Apakah peristiwa Perjamuan Malam Terakhir adalah Ekaristi yang pertama? Artikel Kedua berjudul : Berhala itu bernama Ekaristi! Artikel ini berupaya menunjukkan bahwa Ekaristi adalah perayaan kenangan akan Penebusan Kristus yang sangat Alkitabiah. Bagian-perbagian perayaan kami sajikan untuk mengingatkan kembali makna simbolis yang terkandung di dalamnya serta pendasaran Alkitabiahnya. Orang Katolik tidak sekedar menyembah roti bulat kecil, melainkan kami yakini sepenuhnya bahwa itu adalah Tubuh Kristus sendiri. Bagaimana itu mungkin? Pertanyaan itu kami jawab dalam artikel ketiga : Makan Tubuh dan Minum Darah Kristus? Pendasaran kami adalah Sabda Allah sendiri dalam Injil Sinoptik maupun Injil Yohanes dan Surat Paulus, khususnya 1 Korintus. Dan dalam artikel ini pula kami gelar secara singkat konsistensi Gereja Katolik dalam sepanjang sejarahnya yang senantiasa mengimani misteri “praesentia realis Christi” dalam Ekaristi, terutama bagaimana Gereja berusaha menjelaskan bagaimana misteri itu terjadi. Penjelasan itu tidak pernah secara tuntas memuaskan – namun bagaimana pun juga iman senantiasa berupaya untuk mendapatkan pencerahan budi (fides quaerens intelectum) – meski budi tidak pernah mampu menyelaminya secara tuntas dan kembali pada iman……….. Akhirnya buku ini diakhiri dengan suatu refleksi mengenai pengejawantahan perutusan Ekaristi (Ite, missa est) dalam hidup sehari-hari, dalam liturgi Ekaristi kehidupan di luar tembok Gereja dimana para umat beriman mewujudkan anugerah imamat yang telah diterima dalam sakramen Baptis. Pengejawantahan ini sangat penting karena apa yang kita percayai menjadi dasar apa yang kita doakan dan pada akhirnya harus menjadi tuntunan bagaimana kita harus hidup. Lex Credendi – Lex Orandi – Lex Vivendi!

Akhir kata, mohon maaf atas segala kekurangan dalam buku ini. Ucapan terima kasih tak terhingga bagi semua yang turut terlibat dan mendukung terbitnya buku ini. Khususnya Romi Heribertus SVD, Romo Dasi SVD, Bpk. Karel, Bpk Minggus, Bpk. William, Bpk. Setyawan Sandhi, Bpk. Stefanus (Yuli?), dan Sdri. Ajeng – dan terutama bagi semua umat di Paroki salib Suci yang terkasih : Selamat Paskah! Kristus sungguh telah bangkit!!!


Griya Sanctitas Veritas, 5 April 2011

Selamat Ulang Tahun Lia!



FX. Sutjiharto


COVER : BERHALA ITU BERNAMA EKARISTI?



DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

I. PENDAHULUAN
II. REKONSTRUKSI PERJAMUAN  MALAM TERAKHIR
1. PASKAH YAHUDI & PERJANJIAN SINAI
1.1. ASAL MULA PASKAH YAHUDI : PESACH & MATZOTH
1.2. PERJANJIAN SINAI
2. PERAYAAN KURBAN TODAH : KURBAN SYUKUR YAHUDI
2.1. BEBERAPA CONTOH KURBAN TODAH
2.1.1. KURBAN TODAH RAJA HIZKIA (Yes 37-38)
2.1.2. KURBAN TODAH DAUD
2.2. KARAKTER DAN SUSUNAN KURBAN TODAH
3. PERJAMUAN PASKAH YAHUDI : SEDER
4. REKONSTRUKSI PERJAMUAN MALAM TERAKHIR : TODAH DAN SEDER
4.1. TODAH DAN PERJAMUAN TERAKHIR
4.2. PERJAMUAN MALAM TERAKHIR DAN SEDER
4.2.1. ANAK DOMBA JANTAN TAK BERCACAT
4.2.2. SAYURAN PAHIT & PINGGAN GARAM
4.2.3. ROTI TAK BERAGI (MATZA)  & ANGGUR
4.2.4. EMPAT DARI DUA CAWAN ANGGUR
4.2.4.1. CAWAN PERTAMA : CAWAN PENGUDUSAN & UCAPAN SYUKUR
4.2.4.2. AFFIKOMEN & CAWAN KETIGA : CAWAN PENEBUSAN
4.2.4.2.1. INILAH TUBUH-KU (Mat 26;26; Mrk 14:22; Luk 22:19; 1Kor 11:24)
4.2.4.2.2. INILAH DARAH-KU, DARAH PERJANJIAN (Mrk 14:24; Mat 26:28; Luk 22:20; 1Kor 11:25)
 4.2.4.2.3. YANG DISERAHKAN BAGIMU DEMI PENGAMPUNAN DOSA (Mat 26:28; bdk Mrk 14:24; Luk 22:19; 1Kor 11:24)
4.2.4.2.4. LAKUKANLAH INI (Luk 22:19; 1Kor 24:25): MEMUTUS TRADISI LAMA MENUJU KEPENUHANNYA DALAM TRADISI BARU
4.2.4.2.5. PERINGATAN AKAN DAKU (Luk 22:19; 1Kor 24:25): PENGHADIRAN KEMBALI
4.2.4.3. CAWAN KEEMPAT : CAWAN PUJI SYUKUR ESKATOLOGIS
4.2.4.4. NITZAH : PUJIAN PENUTUP
4.2.5. POSISI “DUDUK” DALAM PERJAMUAN TERAKHIR
5. EKARISTI = PELAKSANAAN PERINTAH YESUS
5.1. PERJAMUAN TERAKHIR = EKARISTI?
5.1.1. EKARISTI YANG PERTAMA
5.1.2. PERAYAAN EKARISTI JEMAAT AWALI DAN SELANJUTNYA
5.2. EKARISTI SEBAGAI KURBAN KRISTUS
5.2.1. HUBUNGAN PERJAMUAN TERAKHIR DAN PENYALIBAN KRISTUS : KALVARI YANG DIANTISIPASI
5.2.2. EKARISTI = YESUS DIBUNUH LAGI, LAGI DAN LAGI ?
5.2.3. IMAMAT KHUSUS PARA IMAM PERJANJIAN BARU
5.3. EKARISTI SEBAGAI PERAYAAN KURBAN SYUKUR ATAS PENEBUSAN KRISTUS
5.3.1. DOA SYUKUR AGUNG & KOMUNI
5.3.2. BUKAN LAGI HARI SABAT MELAINKAN HARI MINGGU: HARI TUHAN BANGKIT !
5.3.2.1. PASKAH LAMA DIGANTIKAN PASKAH BARU
5.3.2.2. HARI MINGGU HARI KEBANGKITAN TUHAN
5.3.2.3. EKARISTI PERAYAAN PENEBUSAN : SAMPAI IA DATANG

III. BERHALA ITU BERNAMA EKARISTI
PENGANTAR
PRA PERSIAPAN : DI SAKRISTI

1. RITUS PEMBUKA
1.1.  PERSIAPAN - PERARAKAN
1.2. NYANYIAN PEMBUKA – MENCIUM ALTAR - PENDUPAAN
1.2.1. NYANYIAN PEMBUKA
1.2.2. PENGHORMATAN ALTAR
Insert : lilin
1.2.3. PENDUPAAN
1.3. TANDA SALIB
Insert : salib
1.4. SALAM DAN KATA PEMBUKA / PENGANTAR
1.4.1. SALAM
1.4.2. KATA PEMBUKAAN / PENGANTAR
1.5. PENGAKUAN SALAH DAN TOBAT
1.6. KYRIE
1.7. GLORIA / MADAH KEMULIAAN
1.8. DOA PEMBUKAAN (ORATIO COLLECTA)
Insert : Doa Presidential

2. LITURGI SABDA
2.1. BACAAN PERTAMA
2.2. MAZMUR TANGGAPAN
2.3. BACAAN KEDUA : EPISTOLA
2.4. BAIT PENGANTAR INJIL
2.5. INJIL
2.6. HOMILI (BUKAN KHOTBAH)
2.7. SYAHADAT / CREDO
2.8. DOA UMAT

3. LITURGI EKARISTI
3.1. PERSIAPAN PERSEMBAHAN
3.1.1. MENYIAPKAN ALTAR
insert : Altar
3.1.2. PERARAKAN PERSEMBAHAN
3.1.3. NYANYIAN PERSEMBAHAN
3.1.4. DOA “TERPUJILAH ENGKAU” ATAS ROTI DAN ANGGUR
3.1.5. PERCAMPURAN AIR DAN ANGGUR
3.1.6. RITUS PENGIRING LAIN UNTUK PERSIAPAN PERSEMBAHAN
3.1.7. DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN (ORATIO SUPER OBLATA)
3.2. DOA SYUKUR AGUNG (DSA)
3.2.1. PREFASI
3.2.2. SANCTUS / KUDUS
3.2.3. POST SANCTUS / VERE SANCTUS
3.2.4. EPIKLESE KONSEKRATORIS
3.2.5. KISAH DAN KATA-KATA INSTITUSI : “ Inilah TubuhKu…… Inilah DarahKu….”
Insert : Lonceng
3.2.6. AKLAMASI ANAMNESE : MYSTERIUM FIDEI
3.2.7. ANAMNESE
3.2.8. PERSEMBAHAN / KURBAN
3.2.9. EPIKLESE KOMUNI
3.2.10. DOA PERMOHONAN
3.2.11. DOXOLOGI PENUTUP
3.3. KOMUNI
3.4. BAPA KAMI
3.5. EMBOLISME
3.6. RITUS DAMAI
3.7. PEMECAHAN ROTI
3.8. PENCAMPURAN PECAHAN HOSTI SUCI KE DALAM PIALA DARAH KRISTUS
3.9. AGNUS DEI / ANAK DOMBA ALLAH
3.10. DOA PERSIAPAN DAN UNDANGAN MENERIMA KOMUNI
3.11. KOMUNI IMAM
3.12. KOMUNI UMAT DAN NYANYIAN KOMUNI
Insert : Syarat-syarat untuk Menyambut Komuni Suci (Redemptionis Sacramentum 80-81)
Insert : Hosti
3.13. PEMBERSIHAN BEJANA
Insert : Tabernakel
3.14. DOA SESUDAH KOMUNI

4. RITUS PENUTUP
4.1. PENGUMUMAN
4.2. BERKAT
4.3. PERUTUSAN
4.4. PERARAKAN KELUAR

KONKLUSI : IBADAT YANG SPONTAN?
Insert : Sikap Liturgi Menurut TPE 2005

IV. MAKAN TUBUH DAN MINUM DARAH KRISTUS?

1. PENGANTAR : PROBLEMA PRAESENTIA REALIS CHRISTI DALAM EKARISTI
2. APA KATA GEREJA PERDANA DAN (DALAM) KITAB SUCI?
2.1. PRAESENTIA REALIS CHRISTI : PROBLEMATIKA SEJAK AWAL GEREJA PERDANA ???
2.2. INJIL SINOPTIK KISAH INSTITUSI : YANG DIPERSOALKAN ADALAH KATA “ADALAH”
2.3. INJIL YOHANES TENTANG EKARISTI
2.3.1. YOHANES 13:2-20 : YESUS MEMBASUH KAKI PARA RASUL
2.3.2. YOHANES 6 : MAKAN DAGING & MINUM DARAH YESUS??? ADAKAH PERNYATAAN INI MENGGONCANGKAN IMANMU?
2.3.2.1. METAFORA ATAU HARAFIAH?
2.3.2.2.TENTANG EKARISTI?
2.4. MAKNA PRAESENTIA REALIS DALAM KONTEKS PERJANJIAN DARAH VS KURBAN KRISTUS

3. PRAESENTIA REALIS DALAM PERKEMBANGAN SEJARAH GEREJA
3.1.  PRAESENTIA REALIS MENURUT PARA BAPA GEREJA
3.1.1. ST. IGNATIUS DARI ANTIOKHIA (110)
3.1.2. ST. YUSTINUS MARTIR (165)
3.1.3. ST. IRENEUS DARI LYON (202)
3.2. PRAESENTIA REALIS DALAM AJARAN BAPA-BAPA GEREJA YUNANI
3.2.1. SEKOLAH ALEXANDRIA DI MESIR
3.2.2. SEKOLAH ANTIOKHIA
3.3. PRAESENTIA REALIS DALAM AJARAN BAPA-BAPA GEREJA LATIN
3.3.1. ST. AMBROSIUS (397)
3.3.2. ST. AGUSTINUS (430)
3.4. PRAESENTIA REALIS PADA ABAD PERTENGAHAN
3.4.1. POLEMIK PERTAMA (ABAD IX) : PASCHASIUS RADBERTUS DAN RATRAMUS
3.4.2. POLEMIK KEDUA (ABAD XI) BERENGARIUS DARI TOURS
3.4.3. PRAESENTIA REALIS MENURUT AJARAN SKOLASTIK
3.5. PRAESENTIA REALIS DALAM AJARAN KONSILI TRENTE 1545 – 1563
3.5.1. AJARAN TRENTE SOAL PRAESENTIA REALIS
3.5.2.AJARAN TRENTE MENGENAI TRANSSUBSTANTIATIO
3.6. PRAESENTIA REALIS DALAM AJARAN KONSILI VATIKAN II
3.7. PRAESENTIA REALIS DALAM KATEKISMU GEREJA KATOLIK (KGK)
3.8. PRAESENTIA REALIS DALAM BEBERAPA ENSIKLIK SETELAH KV II
3.8.1. MYSTERIUM FIDEI  (MF) – PAUS PAULUS VI (1965)
3.8.2. ECCLESIA DE EUCHARISTIA (EE) – PAUS YOHANES PAULUS II (2003)

4. PENUTUP : APAKAH KAMU TIDAK MAU PERGI JUGA? (YOH 6:67)
4.1. YOH 6:68-69 : : "Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal; dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah."
4.2. KOMUNI DUA RUPA
4.3.. ADORASI SAKRAMEN MAHAKUDUS

V. ITE, MISSA EST : SEBUAH REFLEKSI
1. LEX CREDENDI – LEX ORANDI – LEX VIVENDI : TATA IMAN – TATA DOA – TATA HIDUP : SYAHADAT – IBADAT – HAYAT
2. PERUTUSAN UMAT BERIMAN MENJADI NABI – IMAM - RAJA
2.1. PANGGILAN SEBAGAI NABI
2.2. PANGGILAN SEBAGAI IMAM
2.3. PANGGILAN SEBAGAI RAJA
 

KEPUSTAKAAN